JAKARTA - Ambisi AC Milan untuk terus menempel ketat rival sekota mereka di puncak klasemen harus menemui jalan terjal saat menjamu tim kuda hitam, Como. Pertandingan yang berlangsung di San Siro ini tidak hanya menyajikan duel taktik yang sengit, tetapi juga diwarnai insiden emosional yang melibatkan sang juru taktik tuan rumah. AC Milan bermain imbang dengan Como pada lanjutan Liga Italia di Stadion San Siro, Kamis dini hari waktu Indonesia.
Hasil ini tentu menjadi kekecewaan besar bagi publik tuan rumah. Milan, yang berada di peringkat kedua dan berniat mengejar poin Inter Milan di puncak klasemen, kedatangan Como yang saat ini sedang dalam performa apik. Namun, alih-alih mendapatkan poin penuh, Rossoneri justru harus bersusah payah mengamankan satu poin di kandang sendiri dalam laga yang penuh dengan ketegangan hingga menit akhir.
Blunder Fatal dan Kebuntuan Lini Serang Rossoneri
Sejak peluit sepak mula dibunyikan, Milan berusaha mengambil inisiatif serangan untuk memberikan tekanan psikologis kepada tim tamu. Tuan rumah berupaya memegang kendali permainan, namun Como bisa meredam upaya Milan dengan organisasi pertahanan yang sangat disiplin dan rapat. Como tidak sekadar bertahan; mereka juga kerap menebar ancaman melalui serangan balik yang terukur.
Kejutan hampir terjadi lebih awal ketika pada menit ke-25 gawang AC Milan bobol, namun wasit tidak mengesahkan gol Mergim Vojvoda karena offside dalam proses. Peringatan dini ini ternyata tidak cukup bagi lini belakang Milan untuk meningkatkan kewaspadaan. Berselang tujuh menit kemudian Como benar-benar membobol gawang tuan rumah dan skor berubah. Blunder fatal Mike Maignan yang salah dalam melakukan operan membuat Nico Paz leluasa membobol gawang AC Milan. Gol ini sontak membuat ribuan pendukung di San Siro terdiam melihat kesalahan mendasar dari kiper utama mereka.
Respon Milan dan Tembok Kokoh Pertahanan Como
Tertinggal satu gol membuat tensi permainan semakin meningkat. Rossoneri berupaya merespons cepat, tetapi Como bisa membangun fondasi pertahanan yang kukuh sehingga anak asuh Max Allegri tidak bisa leluasa mengobrak-abrik pertahanan tim tamu. Strategi yang diterapkan Cesc Fabregas untuk meredam agresivitas pemain sayap Milan terbukti efektif hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, perubahan strategi dilakukan oleh Allegri guna menambah daya dobrak. Milan baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-64 setelah Ardon Jashari melepaskan sebuah umpan terobosan yang kemudian dituntaskan Rafael Leao dengan sebuah sepakan jarak jauh memanfaatkan posisi kiper Jean Butez yang maju keluar dari sarang. Gol cantik Leao ini sempat membangkitkan asa bagi Milan untuk membalikkan keadaan dan mengamankan tiga poin penting.
Insiden Kartu Merah Allegri di Tengah Laga Sengit
Setelah kedudukan menjadi seimbang, intensitas pertandingan meningkat berkali-kali lipat. Laga berlangsung sengit. Milan dan Como saling berupaya mencetak gol kemenangan. Namun, di tengah perjuangan pemain di atas lapangan hijau, terjadi ketegangan di area teknis yang melibatkan staf pelatih dan perangkat pertandingan. Sementara di sisi lapangan juga terjadi keributan. Wasit kemudian mengeluarkan kartu merah untuk Allegri.
Kehilangan sosok pelatih di pinggir lapangan di menit-menit krusial sedikit banyak memengaruhi ketenangan pemain Milan. Meski demikian, jual beli serangan tetap terjadi di sisa waktu pertandingan. Gelombang serangan AC Milan dan Como tak berhenti. Karang-karang di pertahanan kedua kubu memecahkan gelombang serangan tersebut, membuat skor tetap tidak berubah meski kedua tim memiliki beberapa peluang emas sebelum laga usai.
Posisi Klasemen dan Susunan Pemain Utama
Hingga laga bubar, skor imbang 1-1 tetap bertahan. Hasil ini membuat langkah Milan untuk mengudeta posisi puncak kian berat. Milan tertahan di peringkat kedua dengan 54 poin dan terpaut tujuh poin dari Inter yang ada di posisi pertama. Sementara bagi Como, satu poin ini sangat berharga untuk menjaga posisi mereka di papan atas, di mana saat ini Como ada di peringkat keenam dengan 42 poin.
Dalam laga ini, kedua tim menurunkan komposisi pemain terbaiknya. Berikut adalah susunan pemain inti AC Milan vs Como:
AC Milan: Maignan; De Winter, Tomori, Pavlovic; Athekame, Jashari, Modric, Ricci, Bartesaghi; Nkunku, Leao. Como: Butez; Ramon, Diego Carlos, Kempf; Van der Brempt, Perrone, Roberto, Vojvoda; Caqueret, Baturina; Nico Paz.