Kuliner Ayam Masak Ulu Jadi Incaran Utama Warga Baturaja Berbuka Puasa

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:55:30 WIB
Kuliner Ayam Masak Ulu Jadi Incaran Utama Warga Baturaja Berbuka Puasa

JAKARTA - Sajian tradisional ayam masak ulu kini menjadi primadona bagi masyarakat di Kota Baturaja untuk melengkapi menu berbuka puasa pada Ramadan 2026. Kuliner khas yang kaya akan rempah ini kembali mendominasi meja makan keluarga karena cita rasanya yang sangat autentik dan mampu membangkitkan selera makan. Antusiasme warga dalam memburu hidangan ini terlihat di berbagai sudut pasar beduk pada Rabu 25 Februari 2026 yang menjadikannya tren kuliner paling populer.

Eksistensi Ayam Masak Ulu Sebagai Warisan Kuliner Khas Ogan

Ayam masak ulu bukan sekadar hidangan biasa, melainkan warisan turun-temurun yang identik dengan budaya kuliner masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Kombinasi antara bumbu kuning yang gurih serta aroma rempah yang kuat membuat masakan ini selalu memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat lokal. Kehadirannya di bulan suci Ramadan seolah menjadi pelengkap wajib bagi warga yang rindu akan masakan rumah dengan kualitas rasa tradisional yang tetap sangat terjaga.

Setiap sore hari menjelang waktu berbuka, para pedagang kuliner ini selalu kebanjiran pesanan dari pembeli yang rela mengantre demi mendapatkan porsi terbaik ayam masak ulu. Banyak warga mengakui bahwa memasak sendiri hidangan ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga membeli di pasar beduk menjadi solusi praktis dan efisien. Keunikan cara memasak yang menggunakan bumbu-bumbu alami lokal menjadikan ayam masak ulu memiliki daya tarik yang sulit ditandingi oleh jenis masakan modern lainnya saat ini.

Rahasia Cita Rasa Otentik Di Balik Gurihnya Ayam Masak Ulu

Kunci utama dari kelezatan ayam masak ulu terletak pada penggunaan ayam kampung yang segar serta paduan bumbu halus seperti kunyit, jahe, dan lengkuas. Penambahan sedikit santan yang tidak terlalu kental memberikan tekstur kuah yang pas, tidak membuat enek namun tetap memberikan rasa gurih yang meresap hingga ke tulang. Selain itu, penggunaan asam kandis atau asam jawa memberikan sensasi segar yang sangat cocok untuk mengembalikan energi tubuh setelah seharian penuh menjalankan ibadah puasa.

Para pedagang di Baturaja menjaga resep ini secara ketat agar aroma dan rasa yang dihasilkan tidak berubah dari generasi ke generasi yang sudah ada. Proses pengolahan yang dilakukan secara perlahan di atas api kecil membuat bumbu meresap sempurna ke dalam serat daging ayam yang empuk dan sangat nikmat. Sajian ini biasanya dinikmati bersama nasi putih hangat dan sambal terasi yang pedas, menciptakan kombinasi hidangan berbuka puasa yang sangat memuaskan bagi seluruh keluarga besar.

Dampak Positif Bagi Ekonomi Pedagang Kuliner Musiman Di Baturaja

Meningkatnya permintaan terhadap ayam masak ulu membawa dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi para pelaku UMKM dan pedagang kecil di wilayah Baturaja. Banyak warga yang mendadak beralih profesi menjadi penjual masakan khas ini selama bulan Ramadan karena potensi keuntungan yang didapatkan terbilang sangat menjanjikan sekali. Pada Rabu 25 Februari 2026, volume penjualan tercatat mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dibandingkan dengan hari biasa di luar momen bulan suci Ramadan.

Ketersediaan bahan baku ayam kampung di pasar tradisional juga turut meningkat seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap hidangan berbuka puasa yang sehat dan bergizi. Pemerintah daerah setempat memberikan apresiasi terhadap keberagaman kuliner lokal yang mampu menggerakkan roda perekonomian rakyat di tengah tantangan ekonomi global yang sedang melanda. Bazar Ramadan menjadi wadah yang efektif bagi para pedagang ayam masak ulu untuk mempromosikan keahlian memasak mereka kepada para wisatawan yang datang ke kota tersebut.

Tren Konsumsi Makanan Sehat Melalui Sajian Tradisional Rempah

Kesadaran masyarakat Baturaja untuk mengonsumsi makanan yang minim bahan pengawet menjadi salah satu alasan mengapa ayam masak ulu tetap menjadi pilihan nomor satu. Bumbu rempah yang terkandung di dalamnya memiliki khasiat kesehatan, seperti meningkatkan daya tahan tubuh serta memperlancar sistem pencernaan bagi mereka yang sedang berpuasa. Hal ini sejalan dengan tren gaya hidup sehat yang mulai menjamur di kalangan anak muda yang kini lebih menghargai makanan tradisional berbahan alami lokal.

Banyak orang tua yang mengajarkan anak-anak mereka untuk mencintai masakan daerah sendiri melalui hidangan ayam masak ulu agar kelestarian budaya kuliner tetap terjaga. Dengan harga yang relatif terjangkau, masyarakat dari berbagai kalangan status sosial dapat menikmati kelezatan masakan ini tanpa harus merogoh kocek yang terlalu dalam. Ayam masak ulu telah membuktikan bahwa kekuatan rasa tradisional mampu bertahan di tengah serbuan berbagai macam jenis makanan cepat saji yang banyak beredar luas saat ini.

Harapan Kelestarian Kuliner Ayam Masak Ulu Di Masa Depan

Melihat antusiasme yang sangat besar pada tahun 2026 ini, para tokoh masyarakat berharap ayam masak ulu dapat diangkat menjadi ikon pariwisata kuliner nasional. Dukungan dalam bentuk pelatihan manajemen bagi para pedagang kecil sangat diperlukan agar mereka dapat menyajikan hidangan dengan standar kebersihan yang lebih tinggi lagi. Potensi ini jika dikelola dengan baik akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong mancanegara yang ingin mengeksplorasi kekayaan rasa nusantara yang sangat beragam dan unik.

Hingga akhir masa Ramadan nanti, diprediksi ayam masak ulu akan tetap memegang takhta sebagai menu berbuka puasa yang paling dicari oleh warga di Baturaja. Kebahagiaan saat menikmati sepiring ayam masak ulu bersama orang-orang tercinta merupakan momen yang tidak ternilai harganya bagi setiap umat Muslim yang merayakan kemenangan. Mari kita terus dukung para pedagang lokal dan melestarikan warisan leluhur melalui dukungan nyata dengan membeli dan mencintai produk kuliner asli daerah kita sendiri.

Terkini