BP Batam Perkuat Diplomasi Investasi Global dengan Jerman dan Jepang

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:38:22 WIB
BP Batam Perkuat Diplomasi Investasi Global dengan Jerman dan Jepang

JAKARTA  - BP Batam gencar memperkuat diplomasi ekonomi internasional dengan Jerman dan Jepang untuk menarik investasi di sektor teknologi tinggi dan maritim.

Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Batam sebagai pusat industri strategis yang siap bersaing di kancah global.

Delegasi BP Batam dipimpin Fary Francis, Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, yang bertemu dengan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, pada Senin, 23 Februari 2026, serta dengan Minister Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Kenji Enoshita, pada Selasa, 24 Februari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Fary memaparkan transformasi kebijakan sepanjang satu tahun terakhir, termasuk penguatan kewenangan perizinan terpadu melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025, serta perluasan wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

“Kebijakan ini menjadi landasan kami untuk meningkatkan kepastian berusaha, mempercepat proses investasi, serta mengoptimalkan potensi maritim dan logistik,” ujar Fary Francis.

Kolaborasi Strategis dengan Jerman

Dialog dengan pihak Jerman difokuskan pada peluang kolaborasi di sektor industri berteknologi tinggi dan rekayasa teknik. Jerman menjadi salah satu mitra utama Eropa dan secara konsisten menempati peringkat kedua sebagai investor asal Eropa di Batam.

Pembahasan menekankan pentingnya stabilitas regulasi dan integrasi ekosistem kawasan, agar kemitraan industri dapat terbangun secara jangka panjang. Dalam hal ini, BP Batam menekankan bahwa kepastian hukum dan kebijakan menjadi faktor utama yang mendorong kepercayaan investor Eropa.

Pihak Kedutaan Besar Jerman menyatakan ketertarikannya untuk memahami lebih lanjut arah pengembangan Batam dalam menarik investasi Eropa, termasuk membuka peluang kolaborasi industri yang lebih luas.

Jepang Fokus pada Maritim dan Logistik

Pertemuan dengan pihak Jepang menyoroti integrasi ekosistem kawasan, termasuk sinergi KPBPB, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta proyek strategis nasional (PSN) di Batam. Jepang tercatat sebagai salah satu investor utama Batam secara global.

“Kami melihat penguatan kewenangan perizinan di Batam meningkatkan kepastian hukum dan kepercayaan investor untuk memperluas kemitraan di kawasan tersebut,” jelas Fary. Jepang menaruh perhatian khusus pada sektor maritim dan logistik, yang dianggap kunci bagi konektivitas regional.

Diskusi juga menekankan kolaborasi dalam pengembangan industri berbasis teknologi tinggi dan pemanfaatan Batam sebagai hub logistik antara Asia dan Eropa. Strategi ini dirancang untuk menjadikan Batam sebagai pusat eksekusi (execution hub) yang menghubungkan arus investasi global.

Transformasi Batam Jadi Pusat Industri Terpadu

BP Batam memanfaatkan diplomasi ekonomi sebagai strategi untuk memperkuat posisi Batam dalam arus investasi global yang semakin kompetitif. Fary menegaskan, Batam akan terus bertransformasi menjadi execution hub yang menghubungkan rantai pasok antara Eropa dan Asia.

Selama setahun terakhir, kebijakan transformasi yang diterapkan BP Batam mencakup peningkatan kepastian perizinan, pemangkasan birokrasi, dan penguatan tata kelola kawasan industri. Hal ini bertujuan memberikan kepastian investasi bagi mitra internasional dan mendorong percepatan hilirisasi industri.

Pihak Kedutaan Besar Jepang menilai integrasi ekosistem kawasan, mulai dari KEK hingga KPBPB, mampu mempermudah proses investasi dan memperkuat daya saing Batam di kawasan Asia Tenggara. Pendekatan ini juga meminimalkan risiko bagi investor asing sekaligus mendorong kolaborasi jangka panjang.

Prospek Investasi dan Tantangan ke Depan

BP Batam menilai kolaborasi dengan Jerman dan Jepang membuka peluang investasi jangka panjang di sektor teknologi, maritim, dan logistik. 

Strategi ini diharapkan memperluas jejaring global dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan pengembangan kapasitas industri.

Meski prospeknya menjanjikan, Fary mengakui tantangan tetap ada. Faktor utama termasuk persaingan regional, kebutuhan integrasi ekosistem kawasan, serta keberlanjutan kebijakan regulasi. 

Oleh karena itu, BP Batam menekankan pentingnya stabilitas hukum, kepastian perizinan, dan koordinasi lintas lembaga agar investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya.

“Batam tidak hanya menjadi tempat investasi, tetapi juga menjadi hub strategis yang menghubungkan arus modal dan teknologi antara Asia dan Eropa,” kata Fary. 

Dengan fondasi kebijakan yang kuat, Batam siap menghadapi kompetisi global dan memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi utama di kawasan Asia Tenggara.

Secara keseluruhan, diplomasi ekonomi dengan Jerman dan Jepang menegaskan posisi Batam sebagai pusat industri strategis, sekaligus memperkuat potensi teknologi, maritim, dan logistik dalam menghadapi tantangan investasi global yang semakin kompetitif.

Terkini