Arsenal

Bukayo Saka Ungkap Kekecewaan Ruang Ganti Arsenal Usai Ditahan Wolves

Bukayo Saka Ungkap Kekecewaan Ruang Ganti Arsenal Usai Ditahan Wolves
Bukayo Saka Ungkap Kekecewaan Ruang Ganti Arsenal Usai Ditahan Wolves

JAKARTA - Ketegangan dalam perburuan gelar juara Premier League musim 2025/2026 semakin memuncak menyusul hasil dramatis yang menimpa sang pemuka klasemen. Arsenal, yang sempat berada di atas angin, harus menerima kenyataan pahit saat kemenangan yang sudah di depan mata sirna di menit-menit akhir. Hasil imbang ini tidak hanya berdampak pada tabel klasemen, tetapi juga memukul telak mentalitas para pemain di ruang ganti. Arsenal harus ditahan imbang tuan rumah Wolves di Liga Inggris pekan ke-31. Laga yang berakhir dengan skor 2-2 tersebut dimainkan di Stadion Molineux, Kamis (19/2).

Bukayo Saka mencetak salah satu gol Arsenal. Dia mencetak gol tersebut pada menit kelima dan digandakan oleh gol Piero Hincapie pada menit ke-56. Namun, keunggulan dua bola tersebut ternyata tidak cukup untuk mengunci tiga poin. Meski sempat unggul dua gol, Wolves tidak mau kehilangan poin di kandang sendiri. Mereka sukses menyamakan kedudukan lewat gol Hugo Bueno dan gol bunuh diri Riccardo Calafiori pada menit ke-90+4.

Atmosfer Suram di Balik Kegagalan Mempertahankan Keunggulan

Kegagalan mempertahankan skor di masa injury time menyisakan luka mendalam bagi skuad asuhan Mikel Arteta. Bukayo Saka membocorkan suasana ruang ganti Arsenal setelah hasil imbang melawan Wolves. Sebagai salah satu pilar utama, Saka merasakan betul bagaimana keheningan dan kekecewaan menyelimuti rekan-rekan setimnya sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Dia mengatakan bahwa suasananya suram karena semua pemain merasa kecewa.

Saka menilai ada penurunan intensitas yang sangat kontras antara dua babak yang mereka jalani. "Suasananya cukup suram. Kami sangat kecewa dengan hasilnya, hanya itu yang bisa kami gambarkan. Menurut saya ini pertandingan yang terbagi menjadi dua babak. Di babak pertama kami memulai dengan sangat baik, tetapi di babak kedua kami menurunkan level permainan dan dihukum karenanya," ucap Bukayo Saka setelah pertandingan yang dikutip dari laman resmi Arsenal, Kamis (19/2). Evaluasi ini menunjukkan bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi The Gunners di fase krusial kompetisi.

Ancaman Manchester City dan Target Sapu Bersih Sisa Laga

Hasil satu poin di Molineux membuat posisi Arsenal di puncak klasemen kian tidak aman. Bayang-bayang sang juara bertahan, Manchester City, kini terasa semakin nyata dan memberikan tekanan besar bagi klub asal London Utara tersebut. Pemain 24 tahun itu menyadari bahwa poin Arsenal makin bisa dikejar oleh para pesaingnya, terutama Manchester City di posisi kedua. Untuk itu, Saka ingin Arsenal memenangkan sisa pertandingan tanpa pengecualian.

Setiap laga kini dianggap sebagai final bagi pasukan Arteta. Kehilangan poin sekecil apa pun bisa menjadi karpet merah bagi City untuk menyalip di tikungan terakhir. "Ini sudah merupakan pertandingan besar dan sekarang tetap menjadi pertandingan besar. Kami hanya tahu bahwa beberapa pertandingan terakhir yang tersisa ini, kami harus menang," kata Saka. Pernyataan ini menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang untuk kesalahan bagi setiap pemain jika ingin mengakhiri puasa gelar liga.

Keyakinan di Tengah Krisis Konsistensi

Meski terpukul, optimisme tidak lantas hilang dari dada para penggawa Arsenal. Saka menekankan bahwa nasib mereka untuk meraih trofi masih berada di tangan mereka sendiri, bukan bergantung pada hasil tim lain. Pemain Timnas Inggris tersebut mengatakan Arsenal masih dalam jalur juara meski meraih hasil imbang. Kekecewaan di kandang Wolves harus segera dikonversi menjadi energi positif untuk laga-laga berikutnya.

The Gunners akan memperbaiki kesalahan di pertandingan melawan Wolves dan berusaha meraih kemenangan. Fokus pada perbaikan internal menjadi prioritas utama ketimbang meratapi hasil yang sudah lewat. "Ini masih dalam kendali kita, jadi kita hanya perlu fokus pada hal itu, memperbaiki masalah yang kita hadapi sekarang, dan kembali meraih kemenangan," pungkas Saka. Kata-kata ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat juang tim yang sempat merosup di Stadion Molineux.

Posisi Klasemen dan Tekanan di Puncak

Statistik menunjukkan bahwa persaingan menuju takhta juara musim ini adalah salah satu yang paling sengit dalam beberapa tahun terakhir. Setiap detail kecil dalam pengerjaan taktik di lapangan akan menentukan hasil akhir di bulan Mei mendatang. Saat ini, Arsenal masih memuncaki klasemen sementara dengan 58 poin.

Namun, jarak aman yang selama ini mereka nikmati kini telah menipis secara signifikan. Arsenal hanya terpaut lima poin dari Manchester City di posisi kedua. Dengan City yang dikenal memiliki mentalitas baja di pekan-pekan terakhir, Arsenal dituntut untuk segera keluar dari suasana "suram" di ruang ganti dan kembali menunjukkan performa meyakinkan sebagai calon kuat juara Premier League 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index