JAKARTA - Kantor Kementerian Agama Kota Makassar secara resmi meluncurkan program Tahsinul Al Quran sebagai upaya meningkatkan kemuliaan ibadah selama bulan suci Ramadhan 2026. Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh jajaran pegawai dan masyarakat dapat memperbaiki kualitas bacaan kitab suci sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. Pada Rabu 25 Februari 2026, antusiasme terlihat sangat tinggi saat para peserta mulai mengikuti bimbingan intensif yang dipandu oleh para instruktur ahli di bidangnya masing-masing.
Komitmen Kemenag Kota Makassar Dalam Membumikan Al Quran Di Bulan Suci
Program ini merupakan bentuk dedikasi institusi dalam mengisi momentum Ramadhan dengan aktivitas yang edukatif sekaligus memiliki nilai pahala yang sangat besar bagi setiap muslim. Kepala Kantor Kemenag Makassar menekankan bahwa memperbaiki bacaan Al Quran adalah kunci utama untuk mendapatkan kekhusyukan yang lebih mendalam saat berinteraksi dengan wahyu Ilahi tersebut. Rabu 25 Februari 2026 menjadi titik awal gerakan peningkatan literasi kitab suci yang diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan spiritualitas aparatur sipil negara.
Partisipasi dalam kegiatan ini tidak hanya terbatas pada staf internal, tetapi juga melibatkan penyuluh agama yang bertugas sebagai garda terdepan di tengah pemukiman warga setempat. Para instruktur memberikan materi secara bertahap, mulai dari pengenalan makhraj huruf yang tepat hingga pemahaman mendalam mengenai hukum-hukum bacaan yang sering kali terlupakan saat membaca cepat. Kemenag ingin memberikan contoh nyata bahwa profesionalisme dalam bekerja harus senantiasa dibarengi dengan peningkatan kapasitas keagamaan yang mumpuni agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih berkah.
Metode Pembelajaran Tahsinul Al Quran Yang Efektif Bagi Para Pegawai Instansi
Pendekatan yang digunakan dalam program ini dirancang secara interaktif sehingga para peserta tidak merasa jenuh dan dapat dengan mudah menyerap perbaikan yang diberikan oleh guru. Setiap sesi diawali dengan pembacaan ayat secara bersama-sama yang kemudian dilanjutkan dengan koreksi individual untuk memastikan setiap peserta mendapatkan bimbingan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Hingga Rabu 25 Februari 2026, kurikulum pembelajaran terus disesuaikan agar target penyelesaian perbaikan bacaan dapat tercapai sebelum hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah mendatang.
Penggunaan media bantu digital juga diterapkan guna mempermudah peserta dalam mendengarkan contoh bacaan dari para qari internasional yang memiliki standar kualitas suara dan tajwid tinggi. Hal ini sangat membantu bagi pegawai yang memiliki kesibukan tinggi namun tetap ingin menyisihkan waktu mereka untuk belajar memperbaiki kualitas ibadah harian mereka di kantor. Sinergi antara disiplin kerja dan disiplin mengaji menjadi corak baru yang ingin dibangun oleh Kemenag Kota Makassar sebagai bagian dari budaya kerja yang berakhlak mulia.
Dampak Positif Kegiatan Tahsin Terhadap Kinerja Dan Spiritualitas Aparatur Negara
Kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan ini terbukti mampu menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis serta meningkatkan rasa persaudaraan antar pegawai di lingkungan kantor kementerian agama. Ketenangan jiwa yang didapatkan dari membaca Al Quran dengan benar secara langsung berpengaruh pada tingkat fokus dan produktivitas pegawai dalam melayani berbagai keperluan administrasi masyarakat umum. Pada Rabu 25 Februari 2026, banyak peserta yang mengaku merasa lebih percaya diri saat diminta menjadi imam shalat atau memimpin pembacaan doa dalam acara resmi kedinasan.
Selain itu, program ini juga menjadi sarana deteksi dini bagi mereka yang mungkin selama ini jarang berinteraksi dengan Al Quran karena alasan kesibukan harian yang sangat padat. Dengan adanya bimbingan langsung, setiap kendala dalam pelafalan ayat dapat segera diatasi tanpa ada rasa malu karena seluruh peserta berada dalam proses belajar yang sama. Kemenag Makassar berharap hasil dari pelatihan ini dapat ditularkan oleh para pegawai kepada anggota keluarga mereka di rumah sehingga syiar Al Quran semakin luas berkembang.
Visi Besar Mewujudkan Masyarakat Makassar Yang Berakhlak Dan Cinta Al Quran
Langkah yang dimulai dari lingkup internal instansi ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi masjid-masjid dan lembaga pendidikan di Kota Makassar untuk mengadakan kegiatan serupa secara masif. Pemerintah melalui kementerian agama ingin memastikan bahwa kecintaan terhadap Al Quran tidak hanya berhenti pada tahap membaca, tetapi juga pada tahap memperbaiki cara membacanya. Rabu 25 Februari 2026 menjadi catatan penting bagi perjalanan syiar Islam di Sulawesi Selatan di mana instansi pemerintah hadir sebagai motor penggerak kebaikan religius.
Dukungan penuh dari berbagai pihak diharapkan dapat memperluas jangkauan program ini agar bisa menyentuh lapisan masyarakat yang berada di wilayah terpencil di pinggiran kota. Moderasi beragama juga tetap disisipkan dalam setiap ceramah pembuka agar pemahaman Al Quran tetap berada pada jalur yang membawa rahmat bagi seluruh alam semesta. Program Tahsinul Al Quran ini akan dievaluasi secara berkala untuk melihat perkembangan kualitas bacaan peserta dan memastikan keberlanjutan program di masa-masa Ramadhan yang akan datang.
Harapan Kelestarian Program Tahsin Sebagai Tradisi Tahunan Kemenag Kota Makassar
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan di tahun 2026 ini akan menjadi standar baku bagi penyelenggaraan agenda serupa yang lebih besar dan lebih terorganisir di masa depan nanti. Para pimpinan instansi berkomitmen untuk memberikan penghargaan bagi pegawai yang menunjukkan progres perbaikan bacaan paling signifikan sebagai bentuk motivasi tambahan dalam belajar ilmu tajwid secara serius. Pada Rabu 25 Februari 2026, doa bersama menutup sesi harian sebagai tanda syukur atas kelancaran program yang telah berjalan sesuai dengan rencana strategis bidang bimbingan masyarakat.
Semoga keberkahan bulan Ramadhan terpancar melalui lantunan ayat suci yang semakin fasih dan merdu dari lisan para abdi negara di lingkungan Kementerian Agama Kota Makassar. Tradisi belajar ini diharapkan tidak luntur meskipun bulan puasa telah berakhir, sehingga Al Quran tetap menjadi imam dalam setiap gerak langkah pengabdian kepada bangsa. Mari kita terus dukung setiap upaya peningkatan kualitas iman dan takwa agar Indonesia menjadi negara yang aman, damai, serta senantiasa mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.